Saturday, April 30, 2016

Bali: Pergi sendirian dan pertama kali ke Bali? Pas Nyepi? Siapa takut! (4/4)

Rabu, 9 Maret 2016 (Menikmati Nyepi di Bali)
Bangun seperti biasa, sambil menunggu Gerhana Matahari Total dan tetot!!! Saya kurang beruntung tidak bisa memotret peristiwa langka tersebut karena tingginya bangunan Pura sebelah hotel saya tidak bisa melihatnya dari hotel hanya terlihat langit saja yang sedikit gelap. Barulah jam 08.30 saya memilih untuk menikmati fasilitas hotel yang ada (Kolam Renang). Berenang deh sambil senyum ke cewek bule cantik yang berenang juga (modus) hahaha..., abis itu rebahan di bale sambil ngobrol dengan penghuni hotel lainnya. Salah satunya adalah Jack bersama pacarnya dari Tasmania. Saat saya tanyakan tentang hewan Tasmanian Devil, dia pun menceritakan kalau dia pernah memegang bayi Tasmanian Devil dan mamalia tersebut berukuran kecil. Kamu harus pergi kesana untuk melihatnya dari dekat, kata Jack. Selesai berbincang saya pun kembali ke kamar untuk menonton film yang saya simpan di flashdisk (kemana-mana selalu bawa benda yang satu ini) kebetulan Smart TV jadi tinggal colok aja flashdisk-nya, berhubung semua layanan TV lokal maupun berbayar (TV kabel/satelit) dimatikan selama Nyepi. Sudah disediakan juga persediaan makanan untuk Nyepi oleh pihak hotel biar tidak kelaparan katanya hahaha…. Sesekali keluar kamar dan duduk di bangku depan kamar main smartphone sambil ngemil biar gak bosen. Sorenya, saya memesan tiket pesawat dengan aplikasi Traveloka untuk pulang ke Jakarta esok harinya penerbangan siang karena ada keperluan lain dan pembayaran dengan Internet Banking untungnya Token tidak lupa dibawa (kalo lupa tidak bisa pulang tanggal 10). Malam harinya saya mulai mengemas barang bawaan untuk persiapan pulang esok hari, tak lupa pasang alarm dan dilanjut nonton film lagi. Itulah aktivitas saya selama Nyepi yang biasa banget *plak!!*.

Kamis, 10 Maret 2016 (Hari terakhir di Bali dan kembali ke Jakarta)
Alarm berbunyi, langsung mandi dan merapihkan sisa peralatan mandi. Keluar kamar langsung liat pitu depan hotel sudah dibuka, tanya ke staf hotel untuk mencarikan Arak Bali dan saya menunggu selagi dicarikan, 15 menit kemudian staf hotel itu kembali dan memberitahukan kalau semua warung tidak diperbolehkan buka setelah Nyepi sampai jam 12.00 agar semua orang datang ke pasar pagi yang selalu diadakan setiap tahun setelah Nyepi di pinggir pantai Kuta ke arah selatan dimana Ogoh-Ogoh dari tiap desa adat Kuta dipajang. Lagi-lagi tidak bisa membeli oleh-oleh khas Bali dan niat pun hilang untuk bawa oleh-oleh ke Jakarta. Akhirnya saya memutuskan untuk jalan pagi ke pasar pagi itu hanya untuk ingin tau berhubung saya pulang siang hari dan bandara tidak jauh dari hotel. Pasarnya sudah dipadati pengunjung dari wisatawan maupun warga lokal, barang-barang yang dijual seperti pasar malam kalau di Jakarta. Tidak ada barang yang bisa mencuri perhatian mata saya, walaupun ada tapi kurang menarik untuk saya karena ada barang yang sama tetapi tidak ada di pasar itu. Selain itu, ada pertunjukan seni musik tradisional dari pemuda desa adat setempat dan galeri foto serta jajaran 13 Ogoh-Ogoh raksasa yang ditampilkan pada malam perlombaan. Sayangnya, kamera saya berembun karena lembab dan butuh waktu lama menunggu agar embunnya hilang jadi hanya bermodal kamera smartphone. Lelah berkeliling, saya kembali ke hotel pada jam 10.00 dan ke ATM tapi masih tutup (ATM belum dinyalakan) walaupun kertas yang ditempel di luar ATM menjelaskan ATM beroperasi jam 08.00. Apa daya semua rencana pasti akan berantakan jika tidak tau apa yang terjadi di Bali sebelum dan sesudah Nyepi. Di hotel check out dan bayar hotel dengan kartu debit, lalu saya meminta staf untuk mecarikan ojek ke bandara tapi malah diantarkan dengan motor ke bandara (asik… tumpangan gratis) dan pamitlah saya ke semua staf hotel (semoga ketika ke Bali lagi dapat menginap di The Pavilion Kuta lagi karena stafnya ramah-ramah dan pelayanannya bagus). Sampai di Bandara Internasional Ngurah Rai, jalan kaki dari pintu pejalan kaki tidak jauh dari terminal penerbangan internasional. Dapat SMS ternyata penerbangan saya ada penundaan 1 jam efek dari Nyepi (Okelah gak masalah). Ceritanya, saya salah terminal keberangkatan nih (dalam hati kok bagus ya? Hahaha) sampai ada seorang bapak (calo tranportasi) yang bikin saya jengkel. Abis itu saya ke petugas bandara menanyakan penerbagan domestik ternyata di bangunan bandara yang lama lumayan olahraga dari terminal internasional (namaya juga baru pertama di Bali dan ke bandara sini). Langsung masuk gate keberangkatan terus print tiket, check in, dan menunggu pesawat. Lagi duduk santai terus saya lihat ada Titiek Puspa dengan dandanan khasnya kacamata hitam besar menggunakan kursi roda dibantu oleh seorang petugas bandara (seperti yang kita tau Titiek Puspa sebelumnya dirawat di rumah sakit). Banyak yang tidak mengenalinya tapi ada beberapa ibu-ibu yang mengenali wajahnya langsung bersalaman dan berfoto bersama. Mungkin Titiek Puspa habis liburan juga karena memang asik sekali saat Nyepi untuk mejauh dari keramaian. Tiba-tiba ada pemberitahuan kalau pesawat saya mengalami keterlambatan karena bandara baru dibuka dan beroperasi jam 06.00 dan kali ini 1,5 jam (Damnnn…. Tau gitu bisa kebeli itu Arak Bali). Akhirnya pesawat berangkat menjelang sore dan sampai Bandara Halim Perdanakusuma langsung cari taksi diperjalanan supirya beralasan kurang paham jalan, ya sudah saya kasih jalan paling cepat sampai ke rumah hanya dengan satu lampu merah hahaha… Sore itu juga sampai rumah langsung mandi, habis itu baru sadar kaki sudah belang karena sandal gunung yang saya pakai. Begitulah cerita perjalanan saya dari awal pergi sampai pulang ke rumah, saya kasih tips yang tidak ada di artikel lain dan biaya pengeluaran.

Sebelumnya Bagian 3 > DI SINI

Tips: SEDANG DI PROSES
Biaya Pengeluaran: SAMA JUGA HEHEHE

0 comments:

Post a Comment

Silakan berikan komentar atau pertanyaan anda tentang artikel ini.